vMachine adalah layanan virtual server yang diberikan dalam bentuk virtual machine (vMachine) dengan konfigurasi CPU dan RAM yang tertentu (fixed configuration) serta kapasitas storage yang dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan (expandable).
Sistem Keamanan TelkomCloud
| Application Layer | Access Control, Data Encryption, HTTPS |
| Virtualisasi Layer | O/S Password, Dedicated Organization (vDC) |
| Cloud Infrastructure Layer | Secure Multi Tenant |
| Data Center Layer | IT Security Policy, ISO 27001 |
| Network Layer | Secure Firewall, VPN Tunneling |
| Other | Non Disclosure Agreement (NDA) |
Teknologi Arsitektur untuk SecureCloud
| Sebuah infrastruktur cloud yang aman, terutama bila menggunakan multi-tenancy, harus memenuhi dan mendukung karakteristik arsitektur berikut: | |
| a. | Logical Separation. Kontrol keamanan perlu diterapkan untuk mengamankan entitas logis, yang dapat mencakup komponen infrastruktur baik fisik dan virtual. |
| b. | Policy Consistency. Sangat penting untuk memiliki kebijakan desain keamanan cloud yang dapat diimplementasi secara konsisten dalam lingkungan fisik dan virtual. |
| c. | Automation. Dalam lingkungan komputasi cloud di mana sumber daya digunakan bersama secara dinamis, ada dua persyaratan keamanan: keamanan cloud harus mendukung automated environment dimana sumber daya seperti mesin virtual (VMs) dapat beroperasi, dan Keamanan cloud itu sendiri perlu ditetapkan melalui proses otomatis. |
| d. | Authentication and access control. Dengan penggunaan kata “kapan saja” dan “di mana saja” dari ketersediaan layanan cloud, kebijakan keamanan diperlukan untuk memvalidasi kepercayaan pengguna dan mengotorisasi layanan cloud mereka. |
| e. | Service Assurance and Availability. Sebuah implementasi komputasi cloud perlu mendukung beban kerja yang besar dan infrastrukturnya dengan aman, seperti high density VMs. Firewall dan layanan IPS, misalnya, harus mampu untuk mengukur beban kerja tersebut sehingga tidak terjadi bottleneck. |
TelkomCloud menerapkan infrastruktur “Secure Multi Tenancy” untuk membuat pemisahan logis secara aman dalam sebuah infrastruktur bersama, dengan tetap menjaga ketersediaan space yang tinggi. Selain itu lingkungan TelkomCloud sangat terotomatisasi dan dikelola untuk memastikan kebijakan konsistensi dan kontrol akses yang stabil.
| Availability | Secure Separation | Service Assurance | Automation & Management |
Build resilient architecture
|
Enable separation across tenants | Deliver consistent SLA across
|
Simplify management |
| Increase security and access control | End-to-end policy visibility and enforcement | ||
| Automation across the infrastructure | |||
| Secure Multi-tenancy Architecture | |||
| Bagi perusahaan yang membutuhkan prosedur keamanan yang lebih ketat, karena masalah penyesuaian kebutuhan misalnya, telkomsigma dapat menawarkan virtual private cloud yang berjalan pada infrastruktur fisik yang terpisah. | |||
Teknologi TelkomCloud menggunakan fitur dan teknologi cloud computing yang memiliki kelebihan-kelebihan sebagai berikut :
- Resource Pooling
Penggabungan resource (storage, memory, bandwidth, processing, dll) menggunakan model multi-tenant.
- On-Demand Self-Service
End user Pelanggan dapat menentukan dan memodifikasi layanan oleh mereka sendiri, tanpa interaksi secara personal dengan service provider.
- Broad Network Access
Kapabilitas jaringan, dan dapat diakses menggunakan platform thin or thick client (misal laptop) juga menggunakan software service tradisional.
- Rapid Elasticity
Kapasitas layanan dapat diubah sewaktu-waktu sesuai keinginan pengguna, scale up atau scale down.
- Measured Service
Penggunaan resource dapat dimonitor, dikendalikan, dan dilaporkan, sehingga transparan baik bagi pengguna maupun provider.
- Support Business Continuity Plan (BCP)
TelkomCloud menggunakan teknologi yang dibuat untuk mendukung Business Continuity Plan (BCP) untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana (disaster) atau kegagalan menyeluruh (complete failure) terhadap infrastruktur sehingga akan meminimalisasi terjadinya gangguan layanan kepada pelanggan.
Telkomsigma saat ini memiliki dua data center: a. Dibangun berdasarkan standar TIA-942 tier 3, sehingga perangkat-perangkat pendukungnya, seperti UPS, genset, dari awal sudah didesain secara redundan, sehingga perawatan dapat dilakukan tanpa mengganggu operasional data center. b. Sebagai pionir dalam memberikan layanan data center, telkomsigma telah mengakumulasikan pengalaman selama lebih dari 10 tahun dalam: - Membantu pelanggan untuk melaksanakan audit, baik oleh pihak internal pelanggan, eksternal pelanggan, bahkan audit oleh pihak regulator, seperti Bank Indonesia (BI).
- Menangani lebih dari 500 kali uji coba disaster (disaster drill) dan sepuluh kali real disaster.
c. Penerapan ITIL v3 untuk pelaksanaan support Data Center Services, sebagai standar best practice dalam dunia IT internasional. d. Sertifikasi ISO 9001 (Quality Management) dan ISO 27001 (ISMS / Information Security Management System). Kehandalan dari sistem infrastruktur TelkomCloud mencakup: a. Total site failure (Site Recovery Manager)
Apabila data center dan infrastruktur TelkomCloud terjadi disaster, maka layanan tetap beroperasi dengan menggunakan infrastruktur di DRC Site TelkomCloud.b. Planned downtime (VMotion)
Apabila terjadi maintenance yang harus dilakukan di infrastruktur Telkomcloud dapat dilakukan dalam kondisi layanan TelkomCloud tetap hidup sehingga tidak mengganggu operasional layanan di sisi pelanggan.c. Unplanned downtime (High Availability & VM Level Fault Tolerance)
Apabila terjadi gangguan pada infrastruktur TelkmCloud, dengan sistem yang memiliki fitur High Availability dan Fault Tolerance maka sistem infrastruktur dapat terus beroperasi dan meminimalisasi gangguan terhadap layanan TelkomCloud. - Secure Multi Tenant
Secure Multi Tenant menyediakan secure separation yang menjamin data pelanggan diproteksi, diisolasi, dan dipisahkan dari data pelanggan lainnya. Fitur ini juga mencegah terhadap kehilangan data, modifikasi data, pihak yang tidak memiliki otoritas mengakses data, dan serangan terhadap data.
- Fokus pada core business
TelkomCloud Services memberikan banyak keuntungan bagi pelanggannya sehingga pelanggan dapat fokus pada bisnis utamanya dan meminimaliskan kompleksitas IT
- Meningkatkan produktifitas IT Pelanggan. (Reduce IT Pain)
Pelanggan akan diuntungkan dengan adanya less maintenance secara internal, dimana pelanggan tidak lagi akan dipusingkan oleh masalah server yang crash, upgrading teknologi ataupun dari sisi hardware, cabling dan proses maintenance lainnya.
- Menghemat CAPEX dan OPEX.
Dengan menggunakan layanan TelkomCloud, pelanggan dapat mengalihkan capex perusahaan menjadi opex. serta mempersingkat setup & start up time
- Skalabilitas yang tinggi (High Scalability)
Skalabilitas adalah salah satu aspek yang penting dalam cloud computing. Cloud Computing menyediakan resources sesuai permintaan (on-demand) termasuk server, storage, dan networking.
- Mengurangi biaya kepemilikan
Pelanggan hanya perlu memerlukan investasi resources yang secukupnya. Jika diperlukan, resources bisa ditambahkan sesuai kebutuhan. Utilisasi bisa dilakukan secara maksimal (high utilization) karena perusahaan membayar resources sesuai dengan kapasitas yang dibutuhkan sehingga efisiensi biaya bisa dicapai.
Selain itu perusahaan juga dapat mengurangi / menghilangkan biaya-biaya investasi dan operasi untuk:
- Power seperti: listrik, generator, dan UPS.
- Infrastruktur seperti: networking, cooling, dan raised floor.
- Ruangan (space)
- Perangkat keras (server, storage, perangkat network)
- Tenaga ahli untuk operasional
- Pemeliharaan (maintenance)
- Perbaikan (repair)
- Implementasi cepat dan mudah
Dalam cloud computing penyediaan ataupun penambahan resources seperti storage, bandwidth network, computing power dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Hal ini karena dapat dilakukan sendiri (self-service / self-provisioning).
- Meningkatkan mobilitas
Tidak bergantung pada peralatan tertentu ataupun lokasi tertentu, sehingga aplikasi dan data dalam sistem cloud computing dapat diakses dari berbagai lokasi. Data dan aplikasi dapat diakses menggunakan berbagai perangkat seperti netbook, smartphone, blackberry, Ipad, atau iphone.
- Green Computing
Dengan memanfaatkan teknologi Cloud Computing perusahaan menghemat energi yang sangat besar. Energi atau power yang besar biasanya digunakan untuk menjalankan perangkat komputer dan sistem pendingin.
Layanan TelkomCloud memberikan opsi untuk mendukung kebutuhan pelanggan :
- Managed Services
Bagi pelanggan yang berkeinginan untuk memfokuskan diri pada core business atau ingin meng-outsource IT operation, layanan TelkomCloud dapat ditambahkan layanan managed service pengoperasian sistem IT, antara lain berupa:
monitoring, capacity management, problem handling, housekeeping, periodic processing (misal: EOD processing), backup and archival processing, dan sebagainya disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.
- Security Services (Firewall)
Layanan ini dapat dimanfaatkan oleh pelanggan yang memerlukan proteksi yang lebih komprehensif terhadap virtual machine.
Dengan jenis serta karakteristik layanan yang dimiliki oleh TelkomCloud, layanan ini dapat dimanfaatkan oleh pelanggan untuk memenuhi berbagai kebutuhan infrastruktur TI:
- Infrastruktur Production
Bagi pelanggan, production system (sistem utama) merupakan sistem TI yang critical karena aktivitas bisnis pelanggan sangat bergantung pada kelancaran jalannya production system. Mempertimbangkan karakteristik layanan TelkomCloud yang handal, tingkat keamanan yang tinggi, mudah dioperasikan serta dynamically scalable, layanan TelkomCloud merupakan solusi yang tepat untuk digunakan sebagai infrastruktur sistem Production pelanggan.
- Disaster Recovery Center
DRC merupakan sistem yang dibutuhkan oleh pelanggan untuk menjaga kelangsungan aktivitas bisnis saat sistem Production mengalami bencana (disaster) atau kegagalan menyeluruh (complete failure). Layanan TelkomCloud dapat digunakan sebagai infrastruktur DRC bagi sistem Production pelanggan.
- Development & Testing
Kebutuhan development dan testing yang dinamis dapat dipenuhi dengan baik oleh layanan TelkomCloud yang berkarakter on-demand dan dynamically scalable, sehingga program pengembangan sistem IT pelanggan dapat berjalan tepat waktu dengan biaya yang efisien.
- Backup & Archival
Pemanfaatan layanan storage pada TelkomCloud dapat menjadi solusi bagi kebutuhan backup dan archival pelanggan. Pelanggan yang saat ini menggunakan pola Disk-to-Disk-to-Tape (DDT) saat ini dapat menggunakan pola baru yang lebih efisien yaitu Disk-to-Disk-to-Cloud (DDC).
Q: Apa yang dimaksud dengan TelkomCloud server ?
A: Layanan vMachine diberikan dalam bentuk virtual machine dengan konfigurasi CPU dan RAM yang sesuai dengan yang dipilih paketnya serta kapasitas storage yang dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan
Q: Bagaimana bila permintaan berbeda dengan paket jasa yang ada?
A: Dapat dilakukan kustomisasi sesuai dengan kebutuhan
Q: Operating System apa saja yang sesuai dengan TelkomCloud Server ?
A: Windows family dan Linux based
Q: Siapa yang akan melakukan instalasi Operating System? Bagaimana dengan lisensinya?
A: TelkomCloud. Lisensi (Windows) dapat disediakan oleh TelkomCloud atau dapat menggunakan lisensi pelanggan bagi yang sudah memilikinya.
Q: Siapa yang akan melakukan instalasi aplikasi saya?
A: Pelanggan sendiri
Q: Bagaimana saya dapat mengontrol dan memonitor virtual server saya?
A: Pelanggan akan diberikan tools berbasis web. Pelanggan bisa menghidupkan dan mematikan virtual server serta memonitoring resource yang dimiliki.
Q: Berapa lama waktu dari awal permintaan hingga ready for service ?
A: standar delivery time : same day service apabila layanan cloud hanya terhubung ke internet (tidak ada koneksi ke jaringan private ) dan tidak ada customisasi.
Q: Bagaimanakah SLA dari layanan cloud computing TelkomCloud Server ?
A: untuk VMachine 99,0%










